Fanbase Internasional Jet Li mulai terbentuk semenjak film debutnya, “The Shaolin Temple”. Adegan-adegan seni beladiri nya selalu membuat penonton kagum, namun ada hal yang mengejutkan dan baru-baru ini terungkap. Jet Li mengatakan bahwa pada waktu itu, ia hanya menerima honor sebesar 1 Yuan (sekitar 2,100 Rupiah) setiap harinya. Terikat kontrak kerja selama dua tahun, aktor 56 tahun itu hanya memperoleh penghasilan sebesar 700 Yuan (sekitar 1,4 juta Rupiah), meskipun penghasilan box office film “The Shaolin Temple” mencapai 16 juta Yuan (sekitar 33 miliar Rupiah).

Fakta ini diungkapkan oleh Jet Li dalam wawancara di acara “A Date with Luyu” tidak lama yang lalu. Juara kontes Wushu tersebut menyadari bahwa dunia hiburan tidak tentang passion miliknya terhadap seni bela diri, namun sebuah permainan angka. Meski dirundung kecewa, Jet Li melanjutkan akting dan tampil dalam beberapa film ikonik seperti “Kids From Shaolin” dan “Martial Arts of Shaolin” di Tiongkok.

Jet Li berakting sebagai Wong Fei Hung dalam trilogi film “Once Upon a Time in China”

Beberapa waktu kemudian, seorang sutradara asal Hong Kong mengundangnya untuk berakting di beberapa film “Once Upon a Time in China”, “The Legend” dan “The Bodyguard from Beijing”. Koreografi aksi yang kompleks menunjukkan kemampuan asli Jet Li—keindahan, kecepatan, dan kekuatan seni beladiri yang hampir sempurna. Rata-rata film nya di tahun 90-an dikategorikan sebagai film klasik.

Ya, Jet Li memang sangat populer di Asia sejak itu, namun tidak di luar negeri. Tidak ada yang mengenalnya. Di tahun 1997, Jet Li pindah ke Los Angeles, Amerika Serikat untuk mengembangkan karier akting-nya. Film debut Hollywood “Lethal Weapon 4” memberikan Jet Li kesempatan pertama untuk berakting sebagai karakter antagonis. Membangun reputasi di awal memang tidak mudah, Jet Li ditawari gaji sebesar 1 juta USD, yang kemudian menurun berangsur-angsur menjadi 500 ribu USD.

Hero (2002) merupakan salah satu film Jet Li paling laris sepanjang masa

Kegigihan dan kompromi menjadi bekal Jet Li untuk terus bergerak maju. Sampai pada akhirnya Hollywood mengakui bakatnya, sejak itu ia sering memainkan film-film sukses Amerika, misalnya “Hero” (2002), “The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor” (2008) dan trilogi film “The Expendables”. Walaupun perjalanan Jet Li dalam memulai karier tidak lah mulus, usahanya dalam membangun reputasi dari nol hingga sekarang—menjadi aktor seni bela diri Internasional—patut diacungi jempol.

Loading...

Load More Related Articles
Load More By DS

Leave a Reply