Siapa yang menyangka, Cube Entertainment yang dahulu sempat menjadi salah satu agensi hiburan sukses di Korea Selatan karena mampu mengorbitkan beberapa grup besar, kini harus mengalami masa yang cukup kritis. Setelah satu per satu kehilangan grup andalan mereka, Cube Entertainment harus menelan pahitnya persaingan ketat industri musik dan kembali membangun diri dari bawah.

 

Beberapa tahun terakhir memang menjadi masa yang sangat sulit bagi Cube Entertainment. Perusahaan yang didirikan oleh Hong Seung Sung atau yang akrab disapa papa Hong ini mengalami kemerosotan yang cukup drastis, efek dari bubarnya dua grup pentolan mereka.  Dalam artikel yang pernah kami tulis sebelumnya, KOSDAQ melaporkan bahwa Cube Entertainment saat ini sedang mengalami defisit besar-besaran tahun ini setelah kerugian operasi yang cukup serius pada tahun 2016, karena kepergian grup andalan mereka BEAST, dan juga karena pengaruh THAAD yang menciptakan perselisihan antara Korea dan Tiongkok.

Sejak dibangun di tahun 2006 lalu, Cube Entertainment memang begitu mengandalkan popularitas dari dua grup besutannya, BEAST dan Juga 4minute. Popularitas kedua grup ini, tidak bisa dipungkiri jika mereka memberikan pengaruh yang cukup pula pada perkembangan musik KPOP di Dunia. Lewat lagu FICTION di tahun 2011, BEAST sempat berada di puncak popularitas bahkan meraih penghargaan tertinggi di industri musik pada saat itu yang tentunya juga membawa nama baik untuk Cube Entertainment. Selain itu 4Minute yang dikenal dengan sebagai grup bertalenta di Korea Selatan juga memberikan pengaruh pada perkembangan perusahaan mereka. Namun sayangnya, dengan isu kurangnya perhatian agensi kepada anak asuhnya, popularitas kedua grup ini, makin lama semakin menurun. Mereka jarang melakukan promosi di dalam negeri maupun di luar negeri. Sementara agensi mereka sibuk memciptakan grup-grup baru lainnya.

Pada data yang dirilis sebelumnya, pengawas keuangan dari pelayanan Analisis Data, Retrieval dan Transfer System pada 4 Maret, mencatat bahwa Cube Entertainment mendapatkan kerugian sebanyak 5.7 milyar won (atau setara dengan 57 milyar rupiah) di tahun 2016. Di tahun 2015, perusahaan ini sempat mencatat keuntungan sebanyak 710 juta won (setara 7,1 milyar rupiah) yang mana membuat kerugian mereka secara keseluruhan di tahun 2016, mencapai 6.7 milyar won (setara 67 milyar rupiah).

Tidak hanya itu, Penjualan Cube yang mencapai 19,4 milyar won menurun 13.1 % di tahun 2016 jika dibandingkan dengan tahun-tahun mereka sebelumnya. Dengan tagihan pajak sebanyak 6 milyar won maka perusahaan mencatat kerugian bersih sebanyak 5.1 milyar won.

HUBUNGAN YANG BURUK?

Kepergian para anggota BEAST memang sangat berpengaruh pada ambruknya Cube Entertainment. Ditambah banyak netter yang berasumsi bahwa Cube Entertainment yang tidak bisa menjaga hubungan baik atau bahkan cenderung memberikan perlawanan kepada mantan artisnya.

Namun dalam sebuah konferensi pers debut grup HIGHLIGHT, yang notabene merupakan grup baru yang dibentuk oleh kelima mantan personel BEAST, semua personel membantah jika hubungan mereka dengan sang agensi menjadi buruk setelah berakhirnya kontrak tersebut.

“Kami tidak mengakhiri kontrak dengan situasi yang buruk. Kami bisa memulai semuanya dari awal sebagai Highlight semua karena Cube Entertainment jadi kami merasa berterimakasih.. Tidak ada perasaan tidak enak diantara kami, jadi tidak ada yang peru dikhawatirkan,” pungkas sang leader, Doojoon.

Salah satu personel lainnya, Yoseob menambahkan, “Meskipun kami tidak diizinkan untuk menggunakan nama BEAST kembali, kami berencana untuk terus menggunakan nama Highlight dari sekarang. Kami ingin menjaga BEAST sebagai kenangan yang menyenangkan.”

TELAH MEMINIMALISIR KERUGIAN

Kabar terbaru Pada 12 Mei kemarin, laporan pendapatan Cube Entertainment Q1 2017 terungkap. Cube membukukan kerugian operasional minus 900 juta KRW (minus $ 800.000) untuk kuartal pertama tahun ini. Pada periode yang sama tahun lalu (Q1 2016) mereka membukukan laba usaha sebesar 39 juta KRW (sekitar $ 34.000).

Dari sisi pendapatan, Cube membukukan 4,673 Milyar KRW ($ 4,15 juta) yang naik 13,66% YoY (Year over Year). Cube membukukan pendapatan sebesar 4.111 Milyar KRW ($ 3,6 juta) pada Q1 2016. Untuk pendapatan bersih, Cube membukukan minus 764 juta KRW (- $ 680.000). Pada periode yang sama tahun lalu (Q1 2016), Cube membukukan laba bersih + 16,97 juta KRW (sekitar $ 15.000).

Ini mungkin terlihat buruk namun dibandingkan dengan Q4 2016 ketika perusahaan tersebut kehilangan milyaran KRW dan jutaan USD, mereka sebenarnya telah menghentikan perdarahan dan meminimalkan kerugian. Dengan pengurangan biaya operasi dan sejumlah uang yang masuk dari artis mereka, Cube bisa mengubahnya dan beralih dari warna merah ke hitam. Saham Cube Entertainment ditutup pada 1.880 KRW ($ 1.67) pada 12 Mei, dan turun 1,83% untuk beberapa hari berikutnya.

Load More Related Articles
Load More By AM

Leave a Reply