Home arrow ARTIS MANDARIN arrow Film arrow BLACK & WHITE EPISODE 1: THE DAWN OF ASSAULT KEMBALI MENGAMBIL LOKASI SYUTING DI KAO HSIUNG
Terbaru dan Hot di bulan ini !! Buat pecinta Boyband Super Junior, jgn lewatkan kesempatan u/ segera Pre-Order Koreanpop Edsus Vol.13 Suju Mamacita ! Selain itu ada jg Kalender Meja Eksklusif 2015 artis Kpop, Mandarin & Jepang yg sdh bs kamu pesan ! Aksesoris lainnya ada jg Stiker & poket foto 12 pcs yang tentunya sayang u/ dilewatkan! Info selengkapnya silahkan lgs chat ;)

 
 

 
 
 
 
User Login

DIGITAL BOOK & PHOTOBOOK

BOOK
PHOTOBOOK
Radio Online
Chat Request Lagu
Image
Image
Rubrikasi
ARTIS JEPANG
ARTIS KOREA
ARTIS MANDARIN
ASIAN STYLE
ZODIAK & SHIO
Review JStars
Pilih Artis Berdasar Majalah
Pilih Artis
Pilih Majalah
Share |

BLACK & WHITE EPISODE 1: THE DAWN OF ASSAULT KEMBALI MENGAMBIL LOKASI SYUTING DI KAO HSIUNG PDF Print E-mail
Wednesday, 15 December 2010

ImageASIANplus edisi 398 - SINEMA

                Setelah lama ditunggu-tunggu, tim produksi Black & White versi film akhirnya memulai syuting di Kao Hsiung. Pada 20 Oktober lalu, sutradara Tsai Yueh Hsun, Mark Zhao, Ivy Chen, Terri Kwan, dan beberapa artis pendukung lainnya menghadiri jumpa pers film yang diberi judul Black & White Episode 1: The Dawn of Assault ini.

               Semula pihak produser meminta Mark Zhao datang ke lokasi acara dengan menggunakan helikopter. Bahkan, mereka berencana mengansuransikan tubuh aktor Monga itu senilai NT$ 50 juta (Rp 1,5 miliar). Sayang, rencana ini akhirnya dibatalkan. Meski begitu, penampilan Mark dengan kaos basah keringat masih memikat penonton. Di tengah-tengah acara, Mark sempat membantu sutradara Tsai menyeka keringatnya.

              “Dalam film ini, Wu Ying Xiong (karakter Mark) lebih muda dua hingga tiga tahun dibandingkan dalam serialnya. Mark harus bekerja lebih keras. Dengan tidak mengenakan pakaian, hal itu bisa jadi jaminan dan nilai jual film,” ujar sutradara Tsai. Saat wartawan memintanya membuka pakaian, Mark hanya mengangkat sedikit pakaiannya.

Image  Image

               Selain Mark, Ivy Chen, dan Terri Kwan, Black & White Episode 1: The Dawn of Assault juga dibintangi Aktor Terbaik 46th Golden Horse Awards, Huang Bo. Saat Mark membuka bajunya, dia sempat berkata, “Itu kan hanya daging lulur!” “Yaday!” sahut Mark sambil tertawa. “Sebelum ke Taiwan, saya dengar Mark Zhao adalah pria tampan. Aktor terbaik pula. Saya sempat berpikir jika dia adalah pemuda yang ‘tidak tahu jalan, butuh dipapah’.

              Setelah bertemu, ternyata dia sangat sopan dan tipe pekerja keras. Dalam film ini, saya berharap tidak akan beradu fisik dengannya. Saya hanya memiliki inner beauty,” ungkap Huang Bo. Saat ditanya apakah honornya meningkat setelah memenangkan penghargaan Golden Horse, Huang Bo langsung menghitung jarinya hingga 15. “Hanya segini,” ucap aktor asal China ini. “Sekarang, saya sudah punya rumah dan mobil. Saya juga bisa memilih film yang kusukai,” lanjutnya.

              Hari itu, Ivy tampil seksi dengan mengenakan gaun berwarna merah. Kabarnya, tubuhnya sudah diasuransikan senilai NT$ 25 juta (Rp 7,5 miliar) sebelum menembakkan senjata AK di atas kapal pesiar. Sementara Terri memerankan kekasih bos mafia (diperankan Huang Bo). Saat ditanya komentarnya mengenai Huang Bo yang menjadi kekasihnya dalam film, Terri berkata, “Dia sangat maskulin dan humoris. Namun, sebenarnya saya seperti laki-laki. Saya takut menyusahkannya.” “Dia seperti bunga lotus yang tumbuh di tengah lumpur. Saya adalah daun kecil yang tumbuh di samping bunga,” sahut Huang Bo.

Bangun Seting Lokasi Syuting Senilai Rp 2,43 Triliun
Image             Hampir 80% syuting serial Black & White mengambil lokasi di Kaohsiung, termasuk True Love Ferry Pier, Formosa Boulevard MRT Station, The Dream Mall, dan lainnya. Versi layar lebarnya, Black & White Episode 1: The Dawn of Assault, kembali mengambil Kaohsiung sebagai lokasi syuting.

            Tim produksi kembali membangun studio raksasa di pinggir pelabuhan Cen Ai, Kao Hsiung. Selain membangun replika kantor polisi, mereka juga membangun studio udara dan studio dalam air. Kabarnya, pembangunan seting lokasi syuting ini menghabiskan dana NT$ 8,1 miliar (Rp 2,43 triliun). “Tujuan akhir pembangunan studio film ini bukan hanya untuk meningkatkan perhatian pengunjung, namun juga menjadikan Kao Hsiung sebagai salah satu kota utama industri perfilman,” ujar sutradara Tsai.

Image             Saat tim produksi serial Black & White menggelar syuting di Kao Hsiung tahun lalu, mereka berhasil mengembangkan potensi wisata lokal dan menambah pemasukan wisata senilai NT$ 500 juta (Rp 150 miliar). Bahkan, kamar hotel di mana Lei Mu Sha (Sonia Sui) menggoda Wu Ying Xiong (Mark Zhao), yang diberi julukan “Honey Trap Suite” oleh netter, dihargai NT$ 40.000 (Rp 12 juta) per malamnya. Kini, pemerintah Kao Hsiung kembali mendukung penuh proyek Black & White Episode 1: The Dawn of Assault.

             Bahkan, mereka tak keberatan mengerahkan helikopter dan speedboat senilai NT$ 1,5 juta (Rp 450 juta) dalam jumpa pers. Selain mengeluarkan dana NT$ 400 juta (Rp 120 miliar) untuk membangun seting di pinggir pelabuhan Cen Ai, bar, dan kantor polisi, walikota Kao Hsiung Chen Chu juga berjanji akan mengerahkan seluruh pasukan polisi untuk menjaga lokasi syuting.

Add comment


Security code
Refresh

Related Articles
Nothing related

 
 

 

*AKSESORIES*
 
 

 

*SPECIAL OFFER LAINNYA*

 
 
Artist Search In Asiangrup
IKLAN
  
 

 

 
 
 
Image
Who's Online
We have 5 guests online
 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leny (Perlayanan/info)

Ida (Order/komplain)

Sefti (Informasi)

Aini (Informasi)

Jessica (Produk/Promo)

Putri (Produk/Promo)

Aimah (Redaksi)

Venita (Redaksi)