[INTERVIEW] Jackie Chan Refleksi 50 Tahun Karir dan Penghargaan Oscar

Dalam waktu 2 hari, Jackie Chan akan berada di Amerika Serikat untuk menerima gelar kehormatan dari Akademi Film Oscar. Namun hingga kini, aktor film laga ini mengaku masih tidak percaya bahwa (akhirnya) karyanya diakui.

Di samping Jackie, ada sineas dokumenter Frederick Wiseman, editor film Inggris Anne V. Coates dan direktur pemilihan peran Lynn Stalmaster, akan menerima penghargaan Governors Awards.

Jackie Chan @Hollywood Walk of Fame
Jackie Chan @Hollywood Walk of Fame

Pada konferensi pers film “Kung Fu Yoga” baru-baru ini, Jackie menyatakan, “Saya telah berakting dan membuat film selama lebih dari 50 tahun. Penghargaan Oscar tentu adalah mimpi semua filmmaker (pembuat film), tapi selalu terasa tidak mungkin bagi mereka yang berkarir di industri film aksi komedi.”

“Saya tidak pernah menyangka akan menerima penghargaan. Saya masih mengingat momen paling membanggakan, yakni saat menerima penghargaan untuk koreografi stunt. Pada waktu itu, saya masih awam tentang proses pembuatan film. Saya hanya tahu bagaimana beraksi, melakukan adegan-adegan berkelahi, dan stunt. Menerima penghargaan ini telah mengangkat martabat ku ke tingkatan yang lebih tinggi lagi.”

Jackie juga mengatakan bahwa semua kecelakaan dan cedera yang dialaminya selama ini telah terbayarkan, ia berterima kasih kepada penggemarnya di seluruh dunia. “Saya akan melanjutkan penyempuranaan karya-karya ku, dan menjadi ‘anak’ yang baik!”

Penulis, sutradara, produser dan aktor berusia 62 tahun ini akan menerima penghargaan secara pribadi di 8th Annual Governors Awards di Los Angeles, 12 November mendatang.

jackie-chan-refleksi-karir-1

 

Apa film yang paling menantang bagi Anda, dan mengapa?

“Rumble in the Bronx” adalah film yang membutuhkan banyak koreografi aksi, adegan perkelahian, dan stunt yang berbahaya. Dalam “Operation Condor”, saya syuting di gurun dengan suhu lebih dari 40 derajat Celcius. Bahkan, saya hampir mati saat melakukan stunt dalam “Armor of God”. Sementara itu, dalam film “Rush Hour”, saya merasa dialog bahasa Inggris yang paling menantang.

 

Bagaimana membuat film di Hong Kong berbeda dari pendekatan ala Hollywood?

Pendekatan Hollywood terhadap pembuatan film sangat sistematis dan teratur. Tentu, teratur adalah hal yang baik, namun terkadang saya merasa terkurung. Pembuatan film Hong Kong lebih dinamis, karena kadang kala sesuatu dapat berubah disaat sedang syuting. Lebih fleksibel dan memunculkan kreativitas.

"Rumble in the Bronx"
“Rumble in the Bronx” dirilis di Amerika tahun 1996, dan membawa Jackie Chan ke dalam jajaran film arus utama Amerika. Film ini juga diperankan oleh Anita Mui.

Perubahan apa (di industri perfilman) yang paling mengejutkan Anda?

Perubahan yang paling signifikan adalah pergantian format film 35mm menjadi digital, bahkan format 3 Dimensi. Perkembangan teknologi telah merubah cara pembuatan film jaman sekarang. Apa yang kita gunakan di masa lalu menjadi bagian dari sejarah. Saya masih kagum dengan teknologi digital, dan apa yang dapat dilakukan efek CGI (Computer-Generated Imagery) dalam tahap post-production dengan

 

Pengalaman menarik di Hollywood?

Semua pengalamanku di Hollywood menarik. Saya belajar banyak hal dari Hollywood, membuat banyak teman dan keluarga. Saya juga mengingat momen kenangan saat bekerja di Hollywood. Yang paling seru sepertinya ketika syuting trilogi film “Rush Hour”. (DS)

Jackie Chan dan Chris Tucker "Rush Hour"
Jackie Chan dan Chris Tucker “Rush Hour”
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *