Tanggal 29 Desember, penyanyi Taiwan A-Lin menghadiri konferensi pers perilisan DVD “SONAR World Tour Concert”, sekaligus merayakan ulang tahun karirnya yang ke-10.

A-Lin mengingat masa-masa ketika masih studi, ia akan menyanyi di bar pada malam hari. Mengetahui hal ini, ayahnya marah. Meski bukan sesuatu yang salah, tapi kegiatan ini menyita waktu tidurnya, yang akhirnya berdampak negatif pada rutinitas pembelajaran di pagi hari, dan nilai-nilainya.

Semenjak kejadian itu, A-Lin tidak berbicara dengan ayahnya selama sebulan. Hanya ibunya yang terus memberi dukungan agar ia meraih mimpinya.

Penyanyi asuhan Sony Music Taiwan ini juga berterimakasih kepada kakeknya. Ketika menyanyikan lagu yang pernah diajarkan ketika masih kecil, kakeknya memegang tangan A-Lin dan berkata, “Terima kasih atas lagumu yang mengingatkan ku pada masa lalu. Saya tahu kamu suka menyanyi. Suatu saat nanti, karyamu akan disukai banyak orang.”

Bernostalgia, A-Lin selalu menangis sebelum tampil di atas panggung, ia akan menunjuk ke arah langit dan meminta kakeknya untuk mendengarnya bernyanyi, “Kakek, mimpiku kini telah tercapai.”

Load More Related Articles
Load More By DS

Leave a Reply