[FOCUS] Nicholas Tse : Memasak Ubah Hidupku, Internet Mengajariku Segalanya

Perjamuan Michelin gala di Grand Hyatt Macau, yang bertajuk “A Night Among the Stars”, menghadirkan enam chef dengan 14 Bintang Michelin (Michelin Star), termasuk Alain Ducasse. Sekitar 500 tamu yang diundang dapat menikmati hidangan masing-masing chef di ruangan yang didekorasi seperti sebuah acara reality TV—lengkap dengan panggung dan layar yang diturunkan dari atap-atap.

Setelah enam hidangan disajikan, para tamu menikmati dessert (hidangan penutup) buatan Nicholas Tse, seorang penyanyi, aktor dan belakangan ini akrab dipanggil, chef.

Meski hidangannya—Rose Profitelores with Rose Water and Lychee Jelly, Dehydrated Rose Petals dan Caraway Seed Breadsticks—cukup enak, performa Nicholas saat menyajikan lah yang menjadi viral. Dia tampil di atas panggung dengan seragam militer ala Michael Jackson plus aksesori pangkat berwarna emas.

[see_also number=3]

Dengan konsentrasi tinggi, Nicholas mengambil dua alat penghias kue, yang berisi coklat hitam dan putih, dan mulai melukis di papan hidangan—karyanya ini disebut dengan ‘Chocolate Graffiti’. Penonton yang melihat seakan terhipnotis dengan penampilannya.

Mungkin beberapa chef Michelin yang hadir di ruangan—terutama Ducasse dan Joel Robuchon—berpikir apa yang baru saja terjadi di depan mereka.

Satu per satu, tamu yang merekam stunt Nicholas di smartphone, mulai menunggah klip penampilan Nicholas ke media sosial. Tidak lama kemudian muncul meme-meme (baca:mim), salah satunya seorang artis yang menggambar bulatan-bulatan di secarik kertas dengan kuas tradisional China.

Sehari setelah perjamuan gala, Nicholas terbang menuju ke Beijing. Dan pada Rabu, 6 Desember, dia melakukan syuting acara “Chef Nic” di Norwegia dengan chef Taiwan Andre Chiang, yang di bulan Februari 2017, menutup dua restoran Michelin Star-nya di Singapura.

Nicholas Tse dan tamu selebriti “Chef Nic”, pasangan selebriti Wong Cho-lam dan Leanne Li.

Gabungan dari aktivitas jalan-jalan dan memasak, acara “Chef Nic” sangat populer di Tiongkok. Sederet selebriti ternama seperti Fan Bingbing, Donnie Yen, Jackie Chan dan Angelababy (Angela Yeung) pernah mencicipi masakannya.

Namun, kali ini ada yang berbeda. Season terbar “Chef Nic” menampilkan kompetisi dari beberapa chef, dimana pemenangnya akan mendapat hadiah sebesar 1 juta Yuan (atau setara 2 miliar Rupiah).

Nicholas Tse dan Alain Ducasse, satu dari dua Chef di dunia yang memiliki 21 Bintang Michelin.

Tujuh tahun yang lalu, Nicholas menonton acara TV tentang kue kering dan bagaimana soufflé atau profiterole (krim puff) adalah salah satu hidangan yang paling sulit dibuat. Tiba-tiba dia terinspirasi karena itu dan mulai proyek memasak pertamanya.

“Saya bergegas menuju supermarket, sambil berpikir seberapa sulit proses pembuatannya. Jadi ceritanya, saya berhasil membuat krim puff pertamaku, dan seperti yang Anda kira, kue itu tidak layak dimakan. Mengapa? Karena hanya terdiri dari tepung, air, mentega dan susu.”

Meski tidak mengikuti pelatihan kuliner secara formal, Nicholas percaya diri dapat membuat apapun. “Gunakan fasilitas Internet di era maju seperti sekarang. Saya rasa Anda dapat mempelajari segala hal, apakah itu memasak, mekanika, teknik atau ilmu komputer,” ucap pria 37 tahun itu.

Sebagai chef, Nicholas menghargai reaksi langsung yang dia dapatkan ketika tamu dan pelanggan mencoba hidangannya. Menurutnya, makanan adalah bahasa Internasional. Di samping itu, memasak ikut ambil bagian dalam mendekatkan hubungannya dengan keluarga.

“Dulu waktu kecil, saya pendiam dan tidak banyak bicara. Hubunganku dengan keluarga tidak baik—sebelum saya mulai masak,” jelasnya. “Saya menemukan cara baru memulai pembicaraan dengan ibuku. Dan sekarang setiap kali saya memasak, mereka datang ke rumahku. Kami duduk dan makan bersama. Ini salah satu cara terbaik untuk sharing, misalkan ‘Ayah, apakah kamu mau coba makanan ini?’ yang sebelumnya tidak dapat saya lakukan.”

[see_also number=3]

Di samping acara “Chef Nic”, Nicholas juga menjual kue kering dengan merk ‘Chef Nic’s Cookies’. Rasanya bervariasi mulai dari coklat, lemon, hingga rasa pedas dan Ovaltine. Dia juga mengembangkan saus XO baru bersama chef Michelin bintang dua, Tam Kwok-fung, di Jade Dragon, City of Dreams, Makau.

Nicholas juga menjual produk makanan di Tmall dengan harapan memberi edukasi kepada konsumen tentang pentingnya makan makanan dengan bahan yang berkualitas.

Bagaimana pun sebelum menjadi Chef, Nicholas berkarier di industri hiburan, akting dan menyanyi.

“Banyak yang bertanya kapan konserku digelar? Saya akan melakukannya, tapi bukan hanya sebuah konser. Saya ingin menggelar acara seperti karnival, lengkap dengan kuliner, penampilan DJ dengan musik EDM, dan mungkin saya muncul di hari terakhir dan bernyanyi. Saya rasa jaman sekarang, orang-orang lebih mementingkan kesenangan dan pengalaman yang mereka dapatkan.”

Nicholas Tse dan Joey Yung, penyanyi yang menghibur hadirin perjamuan Michelin Gala “A Night Among Stars”.

Film terbarunya, “Cook Up a Storm”, yang dirilis awal tahun ini menceritakan tentang pertandingan memasak antara chef depot masakan Kanton dengan chef Bintang Michelin (dimainkan oleh Jung Yong Hwa). Mereka yang menonton film ini, membayangkan apakah Nicholas memang bisa masak atau hanya akting.

“Saya tidak pernah mengikuti pelatihan menyanyi dan akting, atau kursus apapun. Saya rasa saya baik-baik saja. Kini segalanya dapat Anda pelajari,” ujarnya. “Dimana ada kemauan disitu ada jalan. Ini bukan ilmu roket. Anda ingin melakukan sesuatu, taruh lah hati, usaha dan waktu Anda ke dalamnya. Saya tidak menganggap memasak sebagai hal yang sepele. Saya melakukan Mise En Place (persiapan masak) di rumah, saya melatih keterampilan menggunakan pisau, saya belajar dan mempraktikkan segalanya, dan saya berada di dapur dari awal hingga akhir. Saya tidak akan pergi sampai saya selesai memasak.”

“Saya dapat kembali ke sini (Michelin Gala) karena mereka melihatku tidak hanya sebagai selebriti tapi juga sebagai chef—dari ujung rambut hingga jari kaki. Saya mendapat komentar dari beberapa Sous Chef. Mungkin karena saya berasal dari dunia hiburan, 99.99 persen pekerja dapur tidak menganggapku serius. Karena ini lah, saya berusaha ekstra lebih keras daripada orang lain.”

Nicholas Tse mendapat penghargaan kehormatan yang pertama di dunia “Friend of Michelin” di perjamuan Michelin Gala tahun 2016.

Ketika tahu dirinya tak dianggap serius, apakah Anda pernah merasa frustasi?

Nicholas menjawab, “Tidak, karena begitu lah kehidupanku. Orang tuaku adalah aktor, jadi saya terjun ke dunia hiburan tanpa apresiasi. Jika ingin tahu seperti apa debutku, selama empat tahun pertama, saya tidak pernah mendapat satu tepuk tangan pun.”

“Ketika berdiri di panggung, saya hanya mendapatkan ‘Booo’. Saya tidak dapat mendengar kata-kata yang saya nyanyikan. Namun saya menanganinya. Konser demi konser, penampilan demi penampilan, selama empat tahun hingga saya mendapat teput tangan yang pertama.”

“Saya berada disini untuk tinggal… Itu lah mengapa saya menghargai dukungan setiap penggemar. Saya menghargai setiap tepuk tangan dari mereka. Dan jika saya bisa melewatinya (4 tahun), saya pasti dapat mengatasi tantangan apapun.”

[see_also number=3]

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *