Drama TV bergenre fantasi, “Lost Love in Times” merupakan adaptasi dari novel populer ‘Drunken Exquisiteness’ – namun tidak juga. Selain karakter dan temanya, time travel, drama ini tidak banyak mengikuti cerita aslinya.

‘Drunken Exquisiteness’ ditulis oleh penulis Tiongkok-Amerika Fourteen Nights, menceritakan tentang seorang wanita yang melakukan perjalanan waktu ke jaman kerajaan Wei Barat di pertengahan tahun 500-an, dan jatuh cinta dengan sang pangeran.

Inti cerita “Lost Love in Times” hampir sama dengan novel time travel karangan Tong Hua, ‘Bu Bu Jing Xin’ yang diadaptasi menjadi drama TV “Scarlet Heart” di tahun 2011. Popularitas drama yang terlalu tinggi memperkuat keputusan Tiongkok untuk melarang (ban) rumah-rumah produksi membuat drama atau film bertema time travel. Cerita drama yang tidak sama persis dengan cerita aslinya dianggap tidak menghormati sejarah Tiongkok yang kaya.

Namun, “Lost Love in Times” berhasil lolos dari batasan. Untuk menhindari ban, drama yang dibintangi Cecilia Liu (sebagai Feng Qinchen) dan William Chan (sebagai pangeran Yuan Ling) mengubah tema time travel, tanpa harus mengubah peristiwa besar dalam sejarah. Hasilnya, tidak banyak cerita novel ‘Drunken Exquisiteness’ yang digunakan.

“Lost Love in Times” mengikuti perjalanan Feng Qingchen, yang mana ia mengubah waktu untuk membantu pangeran Yuan Ling naik tahta menjadi Kaisar Wei Barat. Mulai dari jatuh cinta dengan pangeran, hingga perebutan tahta, plot “Lost Love in Times” hampir mirip dengan drama “Scarlet Heart”, yang juga dibintangi Cecilia. Yang membedakan, “Scarlet Heart” menggunakan pendekatan yang lebih realistis terhadap alur cerita, sementara “Lost Love in Times” membuat dunia politik dengan latar belakang dunia fantasi.

Episode terakhir dari “Lost Love in Times” akan tayang tanggal 28 Juli 2017.

Trailer Drama “Lost Love in Times”


(Credit : DramaFever)

Load More Related Articles
Load More By DS

Leave a Reply