Etsuro Imamura, manajer NGT48 yang mengawasi penanganan serangan Maho Yamaguchi, telah diberhentikan dari posisinya. Yang menggantikannya adalah Maiko Hayakawa, seorang wanita yang telah bekerja dengan grup 48 lainnya seperti  AKB48, SKE48 dan STU48.

Meskipun dia tidak sepenuhnya mengetahui apa yang terjadi, dia telah berjanji untuk berbicara dengan personel grup, dan berharap bisa menyelesaikan situasi dengan cara yang memuaskan. Meski pernyataan yang dikeluarkan oleh AKS tidak mengatakan dengan jelas bahwa Imamura telah dipecat, saat ini tidak jelas posisi apa yang akan diberikan padanya, jika masih berada dalam perusahaan tersebut.

Sebelumnya, AKS mengatakan bahwa personel NGT48 lain juga turut terlibat dalam serangan terhadap Yamaguchi. Namun kemudian Perusahaan ini kembali menyatakan bahwa Departemen Kepolisian Niigata tidak mengkonfirmasi bahwa ada keterlibatan personel NGT48 tersebut dengan para penyerang.

Perusahaan telah dikritik karena tidak mengambil tindakan terhadap kasus Yamaguchi tersebut dengan benar. Dikatakan jika personel NGT48 dinyatakan bersalah atas kegiatan ilegal ini, maka mereka akan dihukum, tetapi saat ini mereka mengambil jalan untuk membiarkam “tidak bersalah sampai terbukti bersalah”.

Pada 8 Desember 2018, Maho Yamaguchi diserang oleh dua pria ketika kembali ke rumahnya. Keduanya diberi informasi yang cukup untuk mengetahui kapan dan di mana gadis itu berada. Mereka ditangkap oleh polisi, tetapi kemudian dilepaskan tanpa tuduhan.

Kisah Yamaguchi menjadi sensasi internasional, menerima liputan media di seluruh dunia, setelah dia meminta maaf karena menyebabkan masalah dengan tampil ke depan publik untuk mengungkap apa yang telah terjadi.

Loading...

Load More Related Articles
Load More By AM

Leave a Reply