“Anak gadis lain akan berbicara tentang laki-laki yang mereka sukai, berbeda denganku yang menyukai gadis,” ucap Etta Ng dalam sebuah wawancara. Dia menyadari penyimpangan dalam orientasi seksualnya sejak usia 12 tahun. Demi membahagiakan ibunya, suatu kali Etta mencoba berpacaran dengan seorang anak laki-laki, namun ia merasa hal itu salah dan sulit menerimanya.

Menikah di usia 19 tahun kepada Andi Autumn, 30, Etta menegaskan bahwa keputusannya tidak diambil dadakan. Ia menikah karena mereka saling mengerti satu sama lain dan telah menjalani tantangan bersama-sama.

“Saya tahu apa yang kalian pikirkan : ‘Usiamu hanya 19 tahun, kamu belum tahu apa yang benar-benar kamu inginkan. Kamu terlalu cepat mengambil keputusan. Kamu tidak tahu apa yang kamu perbuat. Hubungan kalian tidak akan berjalan lama’. Ini semua tidak benar, saya tahu apa yang saya lakukan. Dia (Andi) sempurna bagiku. Saya tidak tahu bagaimana Anda ingin saya menjelaskannya.”

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

I’ve met you before Held your hand Kissed your cheek Called you my love but never a name Seldom a face . . Dejavu my love I’ve looked into these eyes before Spent a lifetime in the plays of my mind . . I’ve built a home Got over what was never expected so I was told . . I’ve held these hands before Never knew hands were meant to hold Till mine were held . . Then I knew . . I’ve met you before I’ve held your hand kissed your cheek Called you my love but never a name Seldom a face . . But things have changed Good riddance to pain Now a love that calls my name . . Dejavu my love When I kissed you goodnight I’ve seen these eyes Like sunshine A flashing sign . . I’m home, no ghosts.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Etta Zen (@ettazen) pada

Di sisi lain, Etta juga mengungkapkan keinginan untuk mengadopsi anak ketika situasi finansial mereka membaik.

“Berapa banyak anak-anak di dunia yang butuh keluarga dan cinta? Kami tidak akan membuat lebih banyak orang. Dunia ini telah penuh, kami ingin menerima orang lain. Terlalu banyak anak-anak yang butuh kasih sayang dan tempat tinggal, jadi saya tidak akan memaksakan diri untuk punya anak karena saya ingin.”

Loading...

Load More Related Articles
Load More By DS

Leave a Reply