Kementrian negara yaitu Deepak V. Kesarkar mengatakan bahwa Sanjay Leela Bhansali telah menolak untuk menggunakan jasa keamanan malam untuk lokasi syuting film ‘Padmavati’ di Kolhapur yang dibakar oleh beberapa orang yang tidak diketahui identitasnya pada hari Rabu malam lalu. Ia mengatakan sebelumnya bahwa kepolisian setempat mengerahkan satu perwira dan lima orang anggota polisi untuk menjaga lokasi tersebut, tapi kini telah ditingkatkan menjadi satu perwira dan 12 orang polisi untuk menjaga lokasi tersebut.

Deepak mengatakan bahwa kepala kepolisian telah bertemu dan meminta Sanjay untuk mengajukan laporan resmi kepada polisi setempat. Menurut pihak kementerian, lokasi syuting ‘Padmavati’ yang berada di luar ruangan tersebut dibakar oleh sekitar dua puluh empat orang tidak dikenal, dan kini telah membuat daerah Masaipathar yang indah menjadi abu.

Insiden tersebut terjadi kira-kira pada pukul satu dini hari di daerah Masaipathar , yang berada sekitar 15 km dari daerah pinggiran kota Panhala di wilayah Kolhapur. Lokasi tersebut akan digunakan Sanjay untuk mengambil gambar adegan peperangan. Karena pasukan pemadam kebakaran tidak bisa menjangkau lokasi kebakaran dengan cepat, warga desa tersebut menolong memadamkan api dan memindahkan orang-orang serta binatang yang berada di lokasi tersebut yang kebanyakan adalah kuda ke tempat yang lebih aman, untuk menghindari korban, kata warga setempat.

[Baca juga: Inilah Detil Tentang Kerugian dan Penyelidikan Polisi Untuk Perusakan Lokasi Syuting ‘Padmavati’]

“Lokasi syuting itu memiliki luar sekitar 50.000 meter persegi dan sekelompok orang yang tidak dikenal membakar tempat tersebut sekitar pukul 1 dini hari,” kata seorang penyidik. Sekelompok besar polisi dari Panhala dan kepolisian setempat sekarang sedang melakukan penyelidikan terhadap permasalahan tersebut. Sejauh ini menurut tim kepolisian, belum ada satupun yang tertangkap.

‘Padmavati’ menceritakan tentang Alauddin Khilji, seorang penguasa Delhi pada abad pertengahan, yang jatuh cinta pada ratu Rajput yaitu ‘Padmavati’. Aktor Ranveer Singh, Deepika Padukone, dan Shahid Kapoor membintangi film tersebut. Ini adalah kedua kalinya Sanjay menghadapi kemarahan dar sebuah kelompok saat melakukan proses syuting film. Pada 27 Januari lalu, Sanjay ditampar, mendapat perlakuan kasar, dan lokasi syutingnya dirusak oleh seorang aktivis asal Jaipur Jaigarth Fort bernama Karni Sena karena penyimpangan yang terdapat dalam skenario film.

Menteri Kebudayaan Vinod Tawde pada hari Rabu mendesak sang sutradara untuk bijaksana mengendalikan keadaan saat memasukkan isu sensitif dalam film. “Film-film Sanjay dibuat berdasarkan topik sejarah yang dapat menarik berbagai opini dari masyarakat. Kedua pihak mungkin bisa duduk bersama dan membicarakan tentang isu yang ada agar tidak menimbulkan kontroversi,” kata Vinod. Meskipun belum ada konfirmasi resmi tentang kapan proses syuting akan dilanjutkan, film tersebut akan dirilis pada pertengahan bulan November tahun ini.

(RN)

Load More Related Articles
Load More By RN

Leave a Reply