[THAILAND] Film Horor Budha, Arbat Dicekal Penayangannya

Arbat (อาบัติ), sebuah film horor bergenre thriller yang berpusat pada kisah seorang biksu Buddha remaja, telah dilarang penayangannya oleh lembaga sensor hanya sehari sebelum jadwal tayang perdana mereka. Menurut berbagai berita yang dikutip dari thaifilmjournal, Komite film dan media dari Kementerian Kebudayaan melarang penayangan Arbat karena empat alasan,yakni menunjukkan Biksu muda meminum alkohol dan merokok, memiliki adegan biksu berkelahi, menggambarkan hubungan yang tidak pantas dengan seorang perempuan, dan adegan yang menunjukkan rasa tidak hormat kepada Buddha. arbat 2Trailer film, yang dirilis bulan lalu, sempat menyebabkan kegemparan dengan adegan biksu muda menyentuh wajah seorang gadis, mendorong kelompok Buddhis untuk menuntut pelarangan film tersebut, karena budaya Buddhis di Thailand melarang kontak fisik antara biksu dan perempuan. Jika tidak terjadi pencekalan, film yang disutradarai oleh Kanittha Kwunyoo ini rencananya dirilis di bioskop pada Kamis (15/10) lalu, dan melalui pers dan VIP premier pada selasa malam sebelumnya. Menurut laporan, studio film, Sahamongkol International Film dan perusahaan Baa-Ram-Ewe milik produser Prachya Pinkaew, berencana untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut. Judul Arbat sebenarnya berarti “pelanggaran” dan mengacu pada tindakan pelanggaran yang dilakukan terhadap ajaran Buddha. “Penonton pasti akan memahami sebab dan konsekuensi dari segala sesuatu dalam film,” kata direktur Kanittha yang dikutip dari salah satu media lokal Thailand. “Tidak ada hal yang tidak membangkitkan kontroversi. Ayahku berkata jika tujuanku jelas dan aku bisa membuat film untuk meraih tujuan yang aku maksud, maka aku harus melakukannya. Aku belum menyentuh apapun, aku tidak seutuhnya mengerti dan aku masih membuat film dengan komitmen Budha yang masih menjadi keyakinan dalam agamaku,” sambungnya. Dibintangi oleh Charlie Potjes sebagai karakter utama, Arbat berkisah tentang anak muda yang dipaksa untuk menjadi seorang biksu oleh orang tuanya. Di melakukan sumpah dan menggunakan jubah di kuil pedesaan. Merasa kesepian dan terisolasi, dia kemudian dekat dengan seorang gadis lokal dan hubungan mereka bukanlah hubungan terlarang jika pria itu bukanlah seorang Biksu. Sementara, rahasia tersembunyi dari kuil dan kehidupan anak muda tersebut akan terungkap. (AM)  

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *